From http://climatechange.menlh.go.id/
Isu utama yang harus ditangani dalam mengantisipasi perubahan iklim global adalah bagaimana agar sistem iklim bumi tidak terganggu dan terus memburuk. Para wakil pemerintah berbagai negara lalu membentuk sebuah panel untuk melakukan pembicaraan-pembicaraan awal tentang
isu ini. Setelah melalui proses yang panjang, kerangka PBB tentang Konvensi Perubahan Iklim (UN Framework Convention on Climate Change, UNFCCC) akhirnya diterima secara universal sebagai komitmen politik internasional tentang perubahan iklim pada KTT Bumi tentang Lingkungan dan Pembangunan (UN Conference on Environment and Development, UNCED) di Rio de Janeiro, Brasil, 1992.
Konvensi ini merupakan pilihan dan langkah yang tepat meskipun serba sulit. Oleh karena itu, di dalamnya banyak masalah berat dan serius, misalnya apakah suatu ketentuan harus mengikat secara hukum (legally binding) atau tidak, ditangani secara ringan dan kurang tegas. Inilah harga yang harus dibayar dalam suatu diplomasi dan negosiasi internasional, kompromi untuk menghindari konflik yang membubarkan tujuan besar secara keseluruhan.
Bagian terpenting yang dicapai dalam pertemuan-pertemuan pendahuluan sehingga tercapai Konvensi adalah digariskannya tujuan dan prinsip-prinsip yang harus dipegang oleh setiap Pihak serta kewajiban Para Pihak. Di samping itu Konvensi juga menggariskan prosedur dan kelembagaan sehingga memungkinkan diselenggarakannya kegiatan politik dan diplomatik dalam berbagai pertemuan atau konferensi di bawah konvensi.
Adapun pasal-pasal yang terdapat di dalam Konvensi Perubahan Iklim adalah sebagai berikut:
Preambula
1. Definisi
2. Tujuan
3. Prinsip
4. Komitmen
5. Riset dan Pengamatan Sistematik
6. Pendidikan, Pelatihan, dan Kesadaran Publik
7. Konferensi Para Pihak
8. Sekretariat
9. Badan Pembantu untuk Saran Ilmiah dan Teknologi (SBSTA)
10. Badan Pembantu untuk Implementasi (SBI)
11. Mekanisme Keuangan
12. Komunikasi informasi yang berhubungan dengan implementasi
13. Penyelesaian Masalah Implementasi
14. Penyelesaian Sengketa
15. Amandemen Konvensi
16. Adopsi dan Amandemen Lampiran
17. Protokol
18. Hak Suara
19. Depositori
20. Tandatangan
21. Peraturan Peralihan
22. Ratifikasi, Penerimaan, Persetujuan atau Aksesi
23. Efektivitas
24. Reservasi
25. Pengunduran Dir
26. Naskah Asli
Mari kita cegah Pemanasan Global, Bumi kita hanya Satu. Jadilah sahabat bagi Bumi
Tampilkan postingan dengan label Kompetisi website kompas muda-im3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kompetisi website kompas muda-im3. Tampilkan semua postingan
Rabu, Januari 14, 2009
Perubahan Iklim
From http://www.greenpeace.org/

Perubahan iklim global merupakan malapetaka yang akan datang! Kita telah mengetahui sebabnya – yaitu manusia yang terus menerus menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas bumi.
Kita sudah mengetahui sebagian dari akibat pemanasan global ini – yaitu mencairnya tudung es di kutub, meningkatnya suhu lautan, kekeringan yang berkepanjangan, penyebaran wabah penyakit berbahaya, banjir besar-besaran, coral bleaching dan gelombang badai besar. Kita juga telah mengetahui siapa yang akan terkena dampak paling besar – Negara pesisir pantai, Negara kepulauan, dan daerah Negara yang kurang berkembang seperti Asia Tenggara.
Selama bertahun-tahun kita telah terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya selimut alami dunia, yang menuju kearah meningkatnya suhu iklim dunia, dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi juga mematikan. Greenpeace percaya bahwa hanya dengan langkah pengurangan emisi gas rumah kaca yang sistematis dan radikal dapat mencegah perubahan iklim yang dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih parah kepada ekosistem dunia dan penduduk yang tinggal didalamnya.
Sebagai sebuah organisasi global berskala internasional, Greenpeace memusatkan perhatian kepada mempengaruhi kedua pihak yaitu masyarakat dan para pemegang keputusan atas bahaya dibalik penambangan dan penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil. Sebagai organisasi regional, Greenpeace Asia Tenggara memusatkan perhatian sebagai saksi langsung atas akibat dari perubahan iklim global, dan meningkatkan kesadaran publik tentang masalah yang sedang berlangsung. Greenpeace SEA juga berusaha mengupayakan perubahan kebijakan penggunaan energi di Asia Tenggara di masa depan – yaitu beranjak dari ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil kearah sumber-sumber energi yang terbarukan, bersih dan berkelanjutan.
Taktik Kampanye Iklim dan Energi adalah mengkonfrontasi tantangan yang dimiliki industri berbahan bakar yang berasal dari fosil – terutama, pembangkit listrik pembakar-batubara dan penghasil energi berbasis-nuklir – sementara, di waktu yang sama menyuarakan dan mendorong solusi atas ketergantungan penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil. Sebagai contoh, GreenpeaceSEA mempromosikan kebijakan dan proyek yang dapat menghasilkan energi murah berasal dari angin dan energi matahari, dan advokasi terhadap efisiensi energi alternatif.

Perubahan iklim global merupakan malapetaka yang akan datang! Kita telah mengetahui sebabnya – yaitu manusia yang terus menerus menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batu bara, minyak bumi dan gas bumi.
Kita sudah mengetahui sebagian dari akibat pemanasan global ini – yaitu mencairnya tudung es di kutub, meningkatnya suhu lautan, kekeringan yang berkepanjangan, penyebaran wabah penyakit berbahaya, banjir besar-besaran, coral bleaching dan gelombang badai besar. Kita juga telah mengetahui siapa yang akan terkena dampak paling besar – Negara pesisir pantai, Negara kepulauan, dan daerah Negara yang kurang berkembang seperti Asia Tenggara.
Selama bertahun-tahun kita telah terus menerus melepaskan karbondioksida ke atmosfir dengan menggunakan bahan bakar yang berasal dari fosil seperti batubara, gas bumi dan minyak bumi. Hal ini telah menyebabkan meningkatnya selimut alami dunia, yang menuju kearah meningkatnya suhu iklim dunia, dan perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi juga mematikan. Greenpeace percaya bahwa hanya dengan langkah pengurangan emisi gas rumah kaca yang sistematis dan radikal dapat mencegah perubahan iklim yang dapat mengakibatkan kerusakan yang lebih parah kepada ekosistem dunia dan penduduk yang tinggal didalamnya.
Sebagai sebuah organisasi global berskala internasional, Greenpeace memusatkan perhatian kepada mempengaruhi kedua pihak yaitu masyarakat dan para pemegang keputusan atas bahaya dibalik penambangan dan penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil. Sebagai organisasi regional, Greenpeace Asia Tenggara memusatkan perhatian sebagai saksi langsung atas akibat dari perubahan iklim global, dan meningkatkan kesadaran publik tentang masalah yang sedang berlangsung. Greenpeace SEA juga berusaha mengupayakan perubahan kebijakan penggunaan energi di Asia Tenggara di masa depan – yaitu beranjak dari ketergantungan penggunaan bahan bakar fosil kearah sumber-sumber energi yang terbarukan, bersih dan berkelanjutan.
Taktik Kampanye Iklim dan Energi adalah mengkonfrontasi tantangan yang dimiliki industri berbahan bakar yang berasal dari fosil – terutama, pembangkit listrik pembakar-batubara dan penghasil energi berbasis-nuklir – sementara, di waktu yang sama menyuarakan dan mendorong solusi atas ketergantungan penggunaan bahan bakar yang berasal dari fosil. Sebagai contoh, GreenpeaceSEA mempromosikan kebijakan dan proyek yang dapat menghasilkan energi murah berasal dari angin dan energi matahari, dan advokasi terhadap efisiensi energi alternatif.
Minggu, Januari 04, 2009
Penanggulangan Pemanasan Global
Kamis, 10-04-2008 11:03:32 oleh: Rizkianti marselina
Sumber http://www.wikimu.com/

Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan dataran bumi, yang disebabkan oleh banyak hal namun yang paling mendominasi adalah efek rumah kaca, efek umpan balik dan variasi matahari. Pemanasan global memberikan banyak sekali efek negatif, salah satunya yang saat ini kita bisa rasakan adalah perubahan cuaca dan iklim yang ekstrim.
Namun, sampai sekarang sepertinya belum ada solusi kongkrit yang dapat menanggulangi permasalahan pemanasan global ini. Dunia memang sudah mengadakan konferensi-konferensi untuk membahas penanggulangan masalah ini namun sampai sekarang ini kita hanya disajikan dengan hasil-hasil konferensi yang lebih bersifat teori. Sedangkan, yang kita butuhkan saat ini adalah solusi kongkrit yang masyarakat dunia bisa mempraktekanya dengan mudah dan cepat. Karena masalah pemanasan global ini adalah masalah yang berpacu dengan waktu. Sedikit saja kita salah memperhitungkan waktu kita akan menyesal nantinya.
Kita kembali lagi membicarakan tentang konferensi-konferensi dunia yang telah dilaksanakan untuk membahas tentang penanggulangan pemanasan global. Dulu kita telah mengenal protokol Kyoto, dan baru- baru ini dunia juga telah mengadakan konferensi tentang pemanasan global yang berlangsung di Nusa Dua - Bali tahun 2007 yang lalu yang dikenal dengan UNFCCC (United Nations Framework Conference of Climate Change) . Konferensi tersebut menghasilkan keputusan-keputusan yang akan menjadi jalan untuk mencapai konsensus baru lebih lanjut pada 2009 di Kopenhagen, Denmark sebagai pengganti Protokol Kyoto fase pertama yang berakhir pada tahun 2012 mendatang. Keputusan – keputusan tersebutkita kenal sebagai peta jalan Bali ( Bali road map ).
Menurut saya konferensi–konferensi dunia memang diperlukan untuk membahas masalah ini karena bersifat mendunia. Namun hasil konferensi seharusnya bukan hanya keputusan-keputusan yang menjadi teori belaka. Tapi yang kita dibutuhkan adalah kepastian pelaksanaan keputusan–keputusan konferensi tersebut tersebut dengan ketentuan waktu sesegera mungkin. Karena, efek dari pemanasan global dewasa ini semakin kita rasakan. Jadi menurut saya penanggulangan masalah ini harus disegerakan karena mengancam keutuhan alam semesta dan kehidupan di dalamnya.
Sebagai seorang pelajar mungkin saya lebih menerapkan kepada diri saya sendiri untuk cinta lingkungan. Seperti yang dikatakan oleh guru biologi saya, kita tidak perlu mengadakan event-event besar yang memfokuskan kepada pelestarian alam seperti penanaman sejuta pohon atau yang lainnya. Tetapi lebih menerapkan pada diri sendiri untuk cinta lingkungan, misalnya kita membeli satu pot tanaman yang kita suka, lalu kita tanam di halaman rumah kita dan kita rawat dengan baik. Memang terlihat sepele, tapi coba kita tanamkan dalam hati kita bahwa dengan satu pot tanaman yang benar- benar kita rawat sendiri itu kita sudah menyumbangkan oksigen untuk dunia dan bayangkan apabila seluruh masyarakan dunia melakuan hal yang sama. Hala yang mungkin kita anggap sepele tadi bisa menjadi hal yang sangat besar manfaatnya. Yaitu meminimalisir dampak dari global warming. Dan bumi akan berterima kasih pada kita !!!
Sumber http://www.wikimu.com/

Pemanasan global adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut dan dataran bumi, yang disebabkan oleh banyak hal namun yang paling mendominasi adalah efek rumah kaca, efek umpan balik dan variasi matahari. Pemanasan global memberikan banyak sekali efek negatif, salah satunya yang saat ini kita bisa rasakan adalah perubahan cuaca dan iklim yang ekstrim.
Namun, sampai sekarang sepertinya belum ada solusi kongkrit yang dapat menanggulangi permasalahan pemanasan global ini. Dunia memang sudah mengadakan konferensi-konferensi untuk membahas penanggulangan masalah ini namun sampai sekarang ini kita hanya disajikan dengan hasil-hasil konferensi yang lebih bersifat teori. Sedangkan, yang kita butuhkan saat ini adalah solusi kongkrit yang masyarakat dunia bisa mempraktekanya dengan mudah dan cepat. Karena masalah pemanasan global ini adalah masalah yang berpacu dengan waktu. Sedikit saja kita salah memperhitungkan waktu kita akan menyesal nantinya.
Kita kembali lagi membicarakan tentang konferensi-konferensi dunia yang telah dilaksanakan untuk membahas tentang penanggulangan pemanasan global. Dulu kita telah mengenal protokol Kyoto, dan baru- baru ini dunia juga telah mengadakan konferensi tentang pemanasan global yang berlangsung di Nusa Dua - Bali tahun 2007 yang lalu yang dikenal dengan UNFCCC (United Nations Framework Conference of Climate Change) . Konferensi tersebut menghasilkan keputusan-keputusan yang akan menjadi jalan untuk mencapai konsensus baru lebih lanjut pada 2009 di Kopenhagen, Denmark sebagai pengganti Protokol Kyoto fase pertama yang berakhir pada tahun 2012 mendatang. Keputusan – keputusan tersebutkita kenal sebagai peta jalan Bali ( Bali road map ).
Menurut saya konferensi–konferensi dunia memang diperlukan untuk membahas masalah ini karena bersifat mendunia. Namun hasil konferensi seharusnya bukan hanya keputusan-keputusan yang menjadi teori belaka. Tapi yang kita dibutuhkan adalah kepastian pelaksanaan keputusan–keputusan konferensi tersebut tersebut dengan ketentuan waktu sesegera mungkin. Karena, efek dari pemanasan global dewasa ini semakin kita rasakan. Jadi menurut saya penanggulangan masalah ini harus disegerakan karena mengancam keutuhan alam semesta dan kehidupan di dalamnya.
Sebagai seorang pelajar mungkin saya lebih menerapkan kepada diri saya sendiri untuk cinta lingkungan. Seperti yang dikatakan oleh guru biologi saya, kita tidak perlu mengadakan event-event besar yang memfokuskan kepada pelestarian alam seperti penanaman sejuta pohon atau yang lainnya. Tetapi lebih menerapkan pada diri sendiri untuk cinta lingkungan, misalnya kita membeli satu pot tanaman yang kita suka, lalu kita tanam di halaman rumah kita dan kita rawat dengan baik. Memang terlihat sepele, tapi coba kita tanamkan dalam hati kita bahwa dengan satu pot tanaman yang benar- benar kita rawat sendiri itu kita sudah menyumbangkan oksigen untuk dunia dan bayangkan apabila seluruh masyarakan dunia melakuan hal yang sama. Hala yang mungkin kita anggap sepele tadi bisa menjadi hal yang sangat besar manfaatnya. Yaitu meminimalisir dampak dari global warming. Dan bumi akan berterima kasih pada kita !!!
THE DAY AFTER TOMORROW Pemanasan Global yang Membekukan Duni
Sumber http://www.kapanlagi.com/

Pemanasan global merupakan satu hal yang paling berbahaya yang dihadapi oleh planet kita ini dan sebuah topik klise yang selalu menjadi naskah nomor 1 dalam film blockbuster Hollywood. Film besutan sutradara Roland Emmerich The Day After Tomorrow jenis film Scifi yang menakjubkan walaupun ceritanya mudah ditebak : bertutur tentang dampak pencemaran yang menyebabkan perubahan besar di planet ini dan menyebabkan dunia membeku. Sisi menghibur film macam ini adalah perpaduan-nya yang menghasilkan sebuah film megah, efek epic dan visualisasi yang digambarkan dengan menakjubkan dari bencana yang dasyat serta alur cerita tentang kegilaan-gilaan yang terjadi dalam sebuah keluarga saat krisis terjadi.
Sebenarnya kisah semacam ini sudah usang, Disney yang pertama kali menayangkan kisah semacam ini pada tahun 60-an di Televisi .Pahlawan dan penjahat dalam film ini adalah sutradara serta penulis nya Emmerich sendiri. Emmerich menciptakan sebuah bencana dasyat, layaknya film action atau monster besutannya sebelumnya (Independence Day, The Patriot, Godzilla) yang menonjolkan kekuatan visual yang dasyat dan kaya imajinasi, dengan hanya berbekal naskah dan sedikit karakter, kadang memang kita mengabaikan cerita untuk menikmati sebuah film. Bahkan penonton tidak berkeberatan dengan cerita yang disuguhkan. Seperti The Day After Tomorrow, menggambarkan cukup banyak efek dan visual tentang pembantaian dan kerusakan yang benar-benar menghantui mimpi-mimpi anda.
Tanpa meninggalkan kelucuan-kelucuan di dalamnya, Emmerich dengan keahliannya yang seperti penyulap memperlihatkan kepada kita Los Angeles yang hancur oleh dasyatnya angin tornado meruntuhkan tulisan "HOLLYWOOD", angin ribut di atas Hawaii serta badai salju yang mengubur New Dehli. Menyaksikan film ini membawa kesenangan tersendiri selain mengetengahkan asumsi yang bisa kita terima, pengunaan serta penyalahgunaan sumber daya alam yang berlebihan serta kerusakan atmosfere serta ozon.
Sebuah cerminan dosa dari perindustrian dan pemerintah, Day After Tomorrow mengusung kekacauan yang terjadi karena dunia mengabaikan peringatan ayahnya Sam, Jack Hall (Dennis Quaid) seorang klimatologist, yang yakin akan terjadi pencairan es kutub yang bakal menutup seluruh Gulf Stream dan secara radikal mengubah iklim sampai sekitar 100 tahun atau lebih.Berpikir lebih bijaksana Jack memutuskan untuk mengatakan memberi peringatan. Sayangnya, peringatannya jatuh ketelinga orang yang tuli, telinga-telinga paling tuli itu adalah milik Presiden Blake (Perry King) dan wakil presiden-nya yang licik yang hanya perduli pada bisnis (Kenneth Welsh). Saat iklim di belahan bumi utara tiba-tiba berubah, angin topan besar mulai melanda sebagian Amerika dan mulai merambat ke Meksiko.
Jack dihadapkan tugas yang sangat sulit. Jack harus menyelamatkan anak lelakinya dan semua orang yang terjebak di perpustakaan, yang terpaksa harus membakar buku untuk menghangatkan badan mereka.Mempertimbangkan hubunganya dengan pemerintah, kita dibuat heran mengapa Jack melakukan penyelamatan ini hanya dengan dua orang sobat, sepatu salju, ransel dan sebuah van selain menemukan sebuah pesawat yang terbang di tengah badai yang mengamuk.
Dan, sewaktu Jack berupaya melakukan penyelamatan, istrinya, Dr. Lucy (Sela Ward), juga turut menyelamatkan pasien di sebuah rumah sakit daerah yang tak terurus. Banyak sekali aksi kepahlawanan mengagumkan yang disuguhkan dalam film ini Lebih banyak lagi hal yang mengagumkan, bahkan mungkin imajinasi dramatis anda sedikit lebih bagus dari masalah yang disampaikan Emmerich dan Jeffery Nachmanoff.Quaid, Gyllenhaal dan Rossum (Songcatcher, Mystic River) cukup bagus malakonkan perannya meskipun mereka hanya memainkan peran-peran yang jauh lebih kecil dari Ian Holm sebagai Profesor Rapson yang keriput. Bagian naskah non- visual yang terbaik adalah dipandang hanya sebagai selingan, dengan sedikit kelucuan didalamnya seperti saat Glenn Plummer sebagai Luther, gelandangan yang menyelinapkan anjingnya ke dalam perpustakaan. (erlin)

Pemanasan global merupakan satu hal yang paling berbahaya yang dihadapi oleh planet kita ini dan sebuah topik klise yang selalu menjadi naskah nomor 1 dalam film blockbuster Hollywood. Film besutan sutradara Roland Emmerich The Day After Tomorrow jenis film Scifi yang menakjubkan walaupun ceritanya mudah ditebak : bertutur tentang dampak pencemaran yang menyebabkan perubahan besar di planet ini dan menyebabkan dunia membeku. Sisi menghibur film macam ini adalah perpaduan-nya yang menghasilkan sebuah film megah, efek epic dan visualisasi yang digambarkan dengan menakjubkan dari bencana yang dasyat serta alur cerita tentang kegilaan-gilaan yang terjadi dalam sebuah keluarga saat krisis terjadi.
Sebenarnya kisah semacam ini sudah usang, Disney yang pertama kali menayangkan kisah semacam ini pada tahun 60-an di Televisi .Pahlawan dan penjahat dalam film ini adalah sutradara serta penulis nya Emmerich sendiri. Emmerich menciptakan sebuah bencana dasyat, layaknya film action atau monster besutannya sebelumnya (Independence Day, The Patriot, Godzilla) yang menonjolkan kekuatan visual yang dasyat dan kaya imajinasi, dengan hanya berbekal naskah dan sedikit karakter, kadang memang kita mengabaikan cerita untuk menikmati sebuah film. Bahkan penonton tidak berkeberatan dengan cerita yang disuguhkan. Seperti The Day After Tomorrow, menggambarkan cukup banyak efek dan visual tentang pembantaian dan kerusakan yang benar-benar menghantui mimpi-mimpi anda.
Tanpa meninggalkan kelucuan-kelucuan di dalamnya, Emmerich dengan keahliannya yang seperti penyulap memperlihatkan kepada kita Los Angeles yang hancur oleh dasyatnya angin tornado meruntuhkan tulisan "HOLLYWOOD", angin ribut di atas Hawaii serta badai salju yang mengubur New Dehli. Menyaksikan film ini membawa kesenangan tersendiri selain mengetengahkan asumsi yang bisa kita terima, pengunaan serta penyalahgunaan sumber daya alam yang berlebihan serta kerusakan atmosfere serta ozon.
Sebuah cerminan dosa dari perindustrian dan pemerintah, Day After Tomorrow mengusung kekacauan yang terjadi karena dunia mengabaikan peringatan ayahnya Sam, Jack Hall (Dennis Quaid) seorang klimatologist, yang yakin akan terjadi pencairan es kutub yang bakal menutup seluruh Gulf Stream dan secara radikal mengubah iklim sampai sekitar 100 tahun atau lebih.Berpikir lebih bijaksana Jack memutuskan untuk mengatakan memberi peringatan. Sayangnya, peringatannya jatuh ketelinga orang yang tuli, telinga-telinga paling tuli itu adalah milik Presiden Blake (Perry King) dan wakil presiden-nya yang licik yang hanya perduli pada bisnis (Kenneth Welsh). Saat iklim di belahan bumi utara tiba-tiba berubah, angin topan besar mulai melanda sebagian Amerika dan mulai merambat ke Meksiko.
Jack dihadapkan tugas yang sangat sulit. Jack harus menyelamatkan anak lelakinya dan semua orang yang terjebak di perpustakaan, yang terpaksa harus membakar buku untuk menghangatkan badan mereka.Mempertimbangkan hubunganya dengan pemerintah, kita dibuat heran mengapa Jack melakukan penyelamatan ini hanya dengan dua orang sobat, sepatu salju, ransel dan sebuah van selain menemukan sebuah pesawat yang terbang di tengah badai yang mengamuk.
Dan, sewaktu Jack berupaya melakukan penyelamatan, istrinya, Dr. Lucy (Sela Ward), juga turut menyelamatkan pasien di sebuah rumah sakit daerah yang tak terurus. Banyak sekali aksi kepahlawanan mengagumkan yang disuguhkan dalam film ini Lebih banyak lagi hal yang mengagumkan, bahkan mungkin imajinasi dramatis anda sedikit lebih bagus dari masalah yang disampaikan Emmerich dan Jeffery Nachmanoff.Quaid, Gyllenhaal dan Rossum (Songcatcher, Mystic River) cukup bagus malakonkan perannya meskipun mereka hanya memainkan peran-peran yang jauh lebih kecil dari Ian Holm sebagai Profesor Rapson yang keriput. Bagian naskah non- visual yang terbaik adalah dipandang hanya sebagai selingan, dengan sedikit kelucuan didalamnya seperti saat Glenn Plummer sebagai Luther, gelandangan yang menyelinapkan anjingnya ke dalam perpustakaan. (erlin)
Earth, Film Dokumenter Pemanasan Global
20/04/2008 06:48 - Film
Sumber http://www.liputan6.com/

Cuplikan film Earth.
Liputan6.com, Jakarta: Sebuah film dokumenter berjudul Earth sedang diputar di bioskop di Indonesia menyambut Hari Bumi 22 April mendatang. Film yang proses produksinya memakan waktu hingga lima tahun ini mengajak penonton menjelajahi bumi serta memberikan gambaran tentang efek atau pemanasan global.
Kejelian dalam teknik pengambilan gambar membuat film garapan sutradara Alastair Fothergill ini terasa menyentuh. Gambar-gambar alam yang indah menjadi kekuatan. Film ini menampilkan kisah beruang kutub, gajah, dan paus yang berjuang menyelamatkan diri dari efek global warming. Beruang kutub berusaha hidup di tengah pecahan es yang terus mencair, gajah harus berjalan jauh mencari air, dan paus yang bermigrasi ribuan mil untuk mencari makanan.(YNI/Jopie Jacob)
Sumber http://www.liputan6.com/

Cuplikan film Earth.
Liputan6.com, Jakarta: Sebuah film dokumenter berjudul Earth sedang diputar di bioskop di Indonesia menyambut Hari Bumi 22 April mendatang. Film yang proses produksinya memakan waktu hingga lima tahun ini mengajak penonton menjelajahi bumi serta memberikan gambaran tentang efek atau pemanasan global.
Kejelian dalam teknik pengambilan gambar membuat film garapan sutradara Alastair Fothergill ini terasa menyentuh. Gambar-gambar alam yang indah menjadi kekuatan. Film ini menampilkan kisah beruang kutub, gajah, dan paus yang berjuang menyelamatkan diri dari efek global warming. Beruang kutub berusaha hidup di tengah pecahan es yang terus mencair, gajah harus berjalan jauh mencari air, dan paus yang bermigrasi ribuan mil untuk mencari makanan.(YNI/Jopie Jacob)
Inconvenient Truth by Al Gore

Sumber http://www.pemanasanglobal.net/
Film dokumenter pemenang Academy Awards 2007 ini bercerita isu moral mengenai perubahan iklim dunia. Film ini disutradarai oleh Davis Guggenheim dan didukung Al Gore, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat. Film dibuat atas dasar keprihatinan bersama pihak-pihak yang peduli akan pemanasan global.
Dalam An Inconvenient Truth, diceritakan global warming menyebabkan berbagai permasalahan dunia. Permukaan air laut perlahan naik sampai menelan pantai timur Amerika. Gedung pencakar langit World Trade Center (yang sempat dibom 11 September 2001) bahkan ikut tenggelam. Ini memang baru simulasi komputer dalam film itu.
Global warming akan dirasakan seluruh dunia tanpa terkecuali: Afrika akan mengalami kekeringan, Asia akan mengalami banjir, Amerika akan mengalami badai dan tornado, serta seluruh dunia akan mengalami dampak naiknya air laut. Semua ini akan menghancurkan Bumi dan diperkirakan 100 juta orang lebih bisa terancam.
Kenapa tidak begitu terasa? Analogi menarik dipaparkan film ini. Bila kodok dimasukkan dalam air mendidih, ia akan melompat kembali keluar. Namun, bila kodok dimasukkan dalam air yang normal kemudian perlahan dipanaskan, kodok itu tak akan melompat keluar. Ini sama dengan manusia yang tidak merasa khawatir akan pemanasan Bumi, padahal Bumi terancam.
Banyak hal yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah ini, yang intinya kita semua harus hemat energi, baik listrik, industri, minyak, dan lain-lain. Semua pihak harus berusaha untuk menanggulangi global warning. Maka, tidak salah apabila film ini harus diangkat ke tengah publik dan wajib ditonton.
Sabtu, Januari 03, 2009
10 Gejala Pemanasan Global
Senin, 17 Maret, 2008 oleh Merry Magdalena
Sumber http://netsains.com/

Lapisan Es yang Kian Menipis
Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.
* Kebakaran hutan besar-besaran
Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.
* Situs purbakala cepat rusak
Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.
* Ketinggian gunung berkurang
Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.
* Satelit bergerak lebih cepat
Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.
* Hanya yang Terkuat yang Bertahan
Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.
* Pelelehan Besar-besaran
Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.
* Keganjilan di Daerah Kutub
Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub. Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.
* Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara
Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.
* Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi
Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.
* Peningkatan Kasus Alergi
Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.
Diterjemahkan secara bebas dari www.livescience.com
Kredit foto www.earthportal.org
Sumber http://netsains.com/

Lapisan Es yang Kian Menipis
Ada yang bilang pemanasan global itu hanya khayalan para pecinta lingkungan. Ada yang bilang itu sudah takdir. Ilmuwan juga masih pro dan kontra soal itu. Yang pasti, fenomena alam itu bisa dirasakan dalam 10 kejadian berikut ini. Dan yang pasti ini bukan imajinasi belaka, sebab kita sudah mengalaminya.
* Kebakaran hutan besar-besaran
Bukan hanya di Indonesia, sejumlah hutan di Amerika Serikat juga ikut terbakar ludes. Dalam beberapa dekade ini, kebakaran hutan meluluhlantakan lebih banyak area dalam tempo yang lebih lama juga. Ilmuwan mengaitkan kebakaran yang merajalela ini dengan temperatur yang kian panas dan salju yang meleleh lebih cepat. Musim semi datang lebih awal sehingga salju meleleh lebih awal juga. Area hutan lebih kering dari biasanya dan lebih mudah terbakar.
* Situs purbakala cepat rusak
Akibat alam yang tak bersahabat, sejumlah kuil, situs bersejarah, candi dan artefak lain lebih cepat rusak dibandingkan beberapa waktu silam. banjir, suhu yang ekstrim dan pasang laut menyebabkan itu semua. Situs bersejarah berusia 600 tahun di Thailand, Sukhotai, sudah rusak akibat banjir besar belum lama ini.
* Ketinggian gunung berkurang
Tanpa disadari banyak orang, pegunungan Alpen mengalami penyusutan ketinggian. Ini diakibatkan melelehnya es di puncaknya. Selama ratusan tahun, bobot lapisan es telah mendorong permukaan bumi akibat tekanannya. Saat lapisan es meleleh, bobot ini terangkat dan permukaan perlahan terangkat kembali.
* Satelit bergerak lebih cepat
Emisi karbon dioksida membuat planet lebih cepat panas, bahkan berimbas ke ruang angkasa. Udara di bagian terluat atmosfer sangat tipis, tapi dengan jumah karbondioksida yang bertambah, maka molekul di atmosfer bagian atas menyatu lebih lambat dan cenderung memancarkan energi, dan mendinginkan udara sekitarnya. Makin banyak karbondioksida di atas sana, maka atmosfer menciptakan lebih banyak dorongan, dan satelit bergerak lebih cepat.
* Hanya yang Terkuat yang Bertahan
Akibat musim yang kian tak menentu, maka hanya mahluk hidup yang kuatlah yang bisa bertahan hidup. Misalnya, tanaman berbunga lebih cepat tahun ini, maka migrasi sejumlah hewan lebih cepat terjadi. Mereka yang bergerak lambat akan kehilangan makanan, sementar mereka yang lebih tangkas, bisa bertahan hidup. Hal serupa berlaku bagi semua mahluk hidup termasuk manusia.
* Pelelehan Besar-besaran
Bukan hanya temperatur planet yang memicu pelelehan gununges, tapi juga semua lapisan tanah yang selama ini membeku. Pelelehan ini memicu dasar tanah mengkerut tak menentu sehingga menimbulkan lubang-lubang dan merusak struktur seperti jalur kereta api, jalan raya, dan rumah-rumah. Imbas dari ketidakstabilan ini pada dataran tinggi seperti pegunungan bahkan bisa menyebabkan keruntuhan batuan.
* Keganjilan di Daerah Kutub
Hilangnya 125 danau di Kutub Utara beberapa dekade silam memunculkan ide bahwa pemanasan global terjadi lebih “heboh” di daerah kutub. Riset di sekitar sumber airyang hilang tersebut memperlihatkan kemungkinan mencairnya bagian beku dasar bumi.
* Mekarnya Tumbuhan di Kutub Utara
Saat pelelehan Kutub Utara memicu problem pada tanaman danhewan di dataran yang lebih rendah, tercipta pula situasi yang sama dengan saatmatahari terbenam pada biota Kutub Utara. Tanaman di situ yang dulu terperangkap dalam es kini tidak lagi dan mulai tumbuh. Ilmuwan menemukan terjadinya peningkatan pembentukan fotosintesis di sejumlah tanah sekitar dibanding dengan tanah di era purba.
* Habitat Makhluk Hidup Pindah ke Dataran Lebih Tinggi
Sejak awal dekade 1900-an, manusia harus mendaki lebihtinggi demi menemukan tupai, berang-berang atau tikus hutan. Ilmuwan menemukan bahwa hewan-hewan ini telah pindah ke dataran lebih tinggi akibat pemanasan global. Perpindahan habitat ini mengancam habitat beruang kutub juga, sebab es tempat dimana mereka tinggal juga mencair.
* Peningkatan Kasus Alergi
Sering mengalami serangan bersin-bersin dan gatal di matasaat musim semi, maka salahkanlah pemanasan global. Beberapa dekade terakhir kasus alergi dan asma di kalangan orang Amerika alami peningkatan. Pola hidupdan polusi dianggap pemicunya. Studi para ilmuwan memperlihatkan bahwa tingginya level karbondioksida dan temperatur belakangan inilah pemicunya. Kondisi tersebut juga membuat tanaman mekar lebih awal dan memproduksi lebih banyak serbuk sari.
Diterjemahkan secara bebas dari www.livescience.com
Kredit foto www.earthportal.org
dampak pemanasan global bagi indonesia
Posted on April 19, 2008 by theowordpower
Sumber : Kompas, Gatra dan lainnya.(http://handy.hagemman.com/index.php/2007/12/01/dampak-pemanasan-global-bagi-indonesia/)

Lapisan Es yang Kian Menipis
Pemanasan Global yang bermuara pada perubahan iklim khususnya di negara kita sungguh memiliki dampak yang sangat serius. IPCC menyatakan bahwa kenaikan suhu Bumi periode 1990 - 2005 antara 0.15 - 0.13 derajat Celcius, jika kondisi ini dibiarkan maka diprediksikan periode 2050 - 2070 suhu Bumi akan naik pada kisaran 4,2 derajat Celcius. Padahal Emil Salim bilang jika naik 2 derajat Celcius saja maka kehidupan di Bumi akan bubar.
Dampak yang ditimbulkan bagi negara kita jika tanpa ada upaya pencegahan maka kita akan kehilangan 2.000 pulau karena air laut akan naik pada ketinggian 90 cm. Tadinya kita memiliki 17.504 pulau tapi kini tinggal 17.480 pulau oleh sebab naiknya air laut dan usaha penambangan. Kehilangan asset 2.000 pulau akan luar biasa dampaknya yang berujung pada penyempitan wilayah kedaulatan RI.
Juga kenaikan air laut akan menurunkan pH air laut ; setiap kenaikan 14 - 43 cm maka pH air laut akan turun dari 8,2 menjadi 7,8 - akibat seriusnya akan menghambat pertumbuhan dan akhirnya akan mematikan biota dan terumbu karang. Ujung-ujungnya adalah dampak ekonomis dengan terjadinya pola perubahan habitat, migrasi dan populasi ikan serta hasil laut lainnya.
Lebih lanjut lagi ancaman serius bagi kota-kota pesisir seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya misalnya. Akan banyak wilayah pesisir perkotaan akan terendam dan akan terjadi pergeseran wilayah pantai. Karena setiap kenaikan 10 cm air laut akan menggenangi 10 meter persegi wilayah pesisir. Hal ini tentu akan berimplikasi pada akibat sosial ekonomi masyarakat.
Hal lain adalah soal ketahanan pangan. Saat ini saja misal di Pulau Jawa, Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Jawa Barat. DAS Citarum dengan luas wilayah 6.080 km2 dan dengan panjang sungai 269 km nyatanya tidak memberikan kontribusi baik untuk mengairi areal persawahan. Maklum sepanjang DAS Citarum ada 11 juta jiwa bermukim dan 10.000 perusahaan yang memanfaatkan Citarum. Akibatnya terlihat produktifitas padi Tahun 2005 adalah 9.787.217 ton menjadi 9.418.572 ton pada Tahun 2006. Jadi ada penurunan sebesar 368.645 ton padi.
Hal serupa juga sama dengan DAS Brantas di Jawa Timur. Tahun 2006 produksi padi sebesar 9.346.947 ton menjadi 9.126.356 ton pada Tahun 2007. Ada penurunan sebesar 220.519 ton. Dan di Jawa Tengah juga sama dari 8.729.291 ton (2006) menjadi 8.378.854 ton (2007), penurunan sebesar 350.436 ton.
Ketahanan pangan memang menjadi salah satu titik perhatian utama ; sebab kelangsungan negara ini tentu bertumpu pada ketersediaan padi disamping alternatif bentuk pangan lain seperti umbi-umbian dan biji-bijian. Akan tetapi dengan menurunnya dukungan sungai-sungai sepanjang lumbung padi pulau Jawa ini, hal yang perlu dicermati adalah bagaimana menjaga serta memelihara seluruh DAS yang kita miliki sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih baik pada dekade sebelumnya.
Akibat Pemanasan Global juga akan memicu masalah kesehatan masyarakat. Karena suhu makin hangat, maka dengan sendirinya jentik nyamuk DB (Demam Berdarah) dan Malaria akan memiliki siklus hidup yang lebih pendek dan masa inkubasi penularan yang lebih singkat. Maka ledakan populasi nyamuk berbahaya ini akan bersifat lethal bagi masyarakat. Termasuk juga jenis penyakit lainnya seperti Diare, Leptospirosis, Asma, Kanker Kulit dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (COPD).
Lebih lanjut Kompas, 01.12.2007 menyarikan dampak Pemanasan Global bagi negara kita akan meliputi :
Perubahan Iklim
- Peningkatan temperatur Bumi
- Curah hujan yang lebih lebat
Pertanian
- Mengubah pola presipitasi, penguapan, air limpasan
dan kelembaban tanah
- Risiko terjadionya ledakan hama dan penyakit tanaman
- Terancamnya ketahanan pangan
Kelautan
- Naiknya permukaan air laut (bisa menenggelamkan
daerah pesisir yang produktif)
- Pemanasan air laut yang mempengaruhi keanekaragaman
hayati laut
- Peningkatan jumlah penyakit yang dibawa melalui air dan
vektor
Satwa
- Perubahan habitat. Hilangnya daerah pesisir berakibat pada
keanekaragaman hayati serta migrasi penduduk yang hidup
di kawasan ini
- Penurunan populasi amfibi secara global
Jadi jelaslah kini masalah Pemanasan Global memiliki dampak sangat serius bagi kelangsungan kehidupan dan penghidupan bangsa kita serta umat manusia umumnya di Bumi ini. Oleh sebab itu marilah kita mulai dengan diri kita sendiri untuk mengubah gaya hidup kita sendiri dengan cara sederhana seperti mematikan dua titik lampu listrik antara pukul 17.00 s/d 22.00, membuat sumur resapan, hemat energi dengan cara selektif menggunakan peralatan elektronik, mengurangi pemakaian mobil pribadi, mengurangi pemakaian kemasan plastik, memilah dan mengelola sampah rumah tangga, menanam pohon di halaman rumah dan banyak hal lain. Karena tanpa dimulai dari diri kita sendiri, masyarakat dan bangsa kita tidak akan berubah dan pada akhirnya semua manusia di Bumi tidak juga akan berubah. Mari kita mulai hari ini juga.
Sumber : Kompas, Gatra dan lainnya.(http://handy.hagemman.com/index.php/2007/12/01/dampak-pemanasan-global-bagi-indonesia/)

Lapisan Es yang Kian Menipis
Pemanasan Global yang bermuara pada perubahan iklim khususnya di negara kita sungguh memiliki dampak yang sangat serius. IPCC menyatakan bahwa kenaikan suhu Bumi periode 1990 - 2005 antara 0.15 - 0.13 derajat Celcius, jika kondisi ini dibiarkan maka diprediksikan periode 2050 - 2070 suhu Bumi akan naik pada kisaran 4,2 derajat Celcius. Padahal Emil Salim bilang jika naik 2 derajat Celcius saja maka kehidupan di Bumi akan bubar.
Dampak yang ditimbulkan bagi negara kita jika tanpa ada upaya pencegahan maka kita akan kehilangan 2.000 pulau karena air laut akan naik pada ketinggian 90 cm. Tadinya kita memiliki 17.504 pulau tapi kini tinggal 17.480 pulau oleh sebab naiknya air laut dan usaha penambangan. Kehilangan asset 2.000 pulau akan luar biasa dampaknya yang berujung pada penyempitan wilayah kedaulatan RI.
Juga kenaikan air laut akan menurunkan pH air laut ; setiap kenaikan 14 - 43 cm maka pH air laut akan turun dari 8,2 menjadi 7,8 - akibat seriusnya akan menghambat pertumbuhan dan akhirnya akan mematikan biota dan terumbu karang. Ujung-ujungnya adalah dampak ekonomis dengan terjadinya pola perubahan habitat, migrasi dan populasi ikan serta hasil laut lainnya.
Lebih lanjut lagi ancaman serius bagi kota-kota pesisir seperti Jakarta, Semarang dan Surabaya misalnya. Akan banyak wilayah pesisir perkotaan akan terendam dan akan terjadi pergeseran wilayah pantai. Karena setiap kenaikan 10 cm air laut akan menggenangi 10 meter persegi wilayah pesisir. Hal ini tentu akan berimplikasi pada akibat sosial ekonomi masyarakat.
Hal lain adalah soal ketahanan pangan. Saat ini saja misal di Pulau Jawa, Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Jawa Barat. DAS Citarum dengan luas wilayah 6.080 km2 dan dengan panjang sungai 269 km nyatanya tidak memberikan kontribusi baik untuk mengairi areal persawahan. Maklum sepanjang DAS Citarum ada 11 juta jiwa bermukim dan 10.000 perusahaan yang memanfaatkan Citarum. Akibatnya terlihat produktifitas padi Tahun 2005 adalah 9.787.217 ton menjadi 9.418.572 ton pada Tahun 2006. Jadi ada penurunan sebesar 368.645 ton padi.
Hal serupa juga sama dengan DAS Brantas di Jawa Timur. Tahun 2006 produksi padi sebesar 9.346.947 ton menjadi 9.126.356 ton pada Tahun 2007. Ada penurunan sebesar 220.519 ton. Dan di Jawa Tengah juga sama dari 8.729.291 ton (2006) menjadi 8.378.854 ton (2007), penurunan sebesar 350.436 ton.
Ketahanan pangan memang menjadi salah satu titik perhatian utama ; sebab kelangsungan negara ini tentu bertumpu pada ketersediaan padi disamping alternatif bentuk pangan lain seperti umbi-umbian dan biji-bijian. Akan tetapi dengan menurunnya dukungan sungai-sungai sepanjang lumbung padi pulau Jawa ini, hal yang perlu dicermati adalah bagaimana menjaga serta memelihara seluruh DAS yang kita miliki sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih baik pada dekade sebelumnya.
Akibat Pemanasan Global juga akan memicu masalah kesehatan masyarakat. Karena suhu makin hangat, maka dengan sendirinya jentik nyamuk DB (Demam Berdarah) dan Malaria akan memiliki siklus hidup yang lebih pendek dan masa inkubasi penularan yang lebih singkat. Maka ledakan populasi nyamuk berbahaya ini akan bersifat lethal bagi masyarakat. Termasuk juga jenis penyakit lainnya seperti Diare, Leptospirosis, Asma, Kanker Kulit dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (COPD).
Lebih lanjut Kompas, 01.12.2007 menyarikan dampak Pemanasan Global bagi negara kita akan meliputi :
Perubahan Iklim
- Peningkatan temperatur Bumi
- Curah hujan yang lebih lebat
Pertanian
- Mengubah pola presipitasi, penguapan, air limpasan
dan kelembaban tanah
- Risiko terjadionya ledakan hama dan penyakit tanaman
- Terancamnya ketahanan pangan
Kelautan
- Naiknya permukaan air laut (bisa menenggelamkan
daerah pesisir yang produktif)
- Pemanasan air laut yang mempengaruhi keanekaragaman
hayati laut
- Peningkatan jumlah penyakit yang dibawa melalui air dan
vektor
Satwa
- Perubahan habitat. Hilangnya daerah pesisir berakibat pada
keanekaragaman hayati serta migrasi penduduk yang hidup
di kawasan ini
- Penurunan populasi amfibi secara global
Jadi jelaslah kini masalah Pemanasan Global memiliki dampak sangat serius bagi kelangsungan kehidupan dan penghidupan bangsa kita serta umat manusia umumnya di Bumi ini. Oleh sebab itu marilah kita mulai dengan diri kita sendiri untuk mengubah gaya hidup kita sendiri dengan cara sederhana seperti mematikan dua titik lampu listrik antara pukul 17.00 s/d 22.00, membuat sumur resapan, hemat energi dengan cara selektif menggunakan peralatan elektronik, mengurangi pemakaian mobil pribadi, mengurangi pemakaian kemasan plastik, memilah dan mengelola sampah rumah tangga, menanam pohon di halaman rumah dan banyak hal lain. Karena tanpa dimulai dari diri kita sendiri, masyarakat dan bangsa kita tidak akan berubah dan pada akhirnya semua manusia di Bumi tidak juga akan berubah. Mari kita mulai hari ini juga.
Pemanasan Global, Tragedi Peradaban Modern
Sumber http://www.walhi.or.id/
5 Juni 2006 (Hari Lingkungan Hidup Sedunia)
Pada tanggal 5 Juni 2007, negara-negara seluruh dunia umumnya memperingatnya sebagai Hari Lingkungan Hidup. Pemanasan global yang berakibat pada perubahan iklim (climate change) belum menjadi mengedepan dalam kesadaran multipihak. Pemanasan global (global warming) telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi dan pola konsumsi tinggi (gaya hidup konsumtif). Tidak banyak memang yang memahami dan peduli pada isu perubahan iklim. Sebab banyak yang mengatakan, memang dampak lingkungan itu biasanya terjadi secara akumulatif. Pada titik inilah masalah lingkungan sering dianggap tidak penting oleh banyak kalangan, utamanya penerima mandat kekuasaan dalam membuat kebijakan.
Perubahan iklim akibat pemanasan global (global warming), pemicu utamanya adalah meningkatnya emisi karbon, akibat penggunaan energi fosil (bahan bakar minyak, batubara dan sejenisnya, yang tidak dapat diperbarui). Penghasil terbesarnya adalah negeri-negeri industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Kanada, Jepang, China, dll. Ini diakibatkan oleh pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negera-negara utara yang 10 kali lipat lebih tinggi dari penduduk negara selatan. Untuk negara-negara berkembang meski tidak besar, ikut juga berkontribusi dengan skenario pembangunan yang mengacu pada pertumbuhan. Memacu industrilisme dan meningkatnya pola konsumsi tentunya, meski tak setinggi negara utara. Industri penghasil karbon terbesar di negeri berkembang seperti Indonesia adalah perusahaan tambang (migas, batubara dan yang terutama berbahan baku fosil). Selain kerusakan hutan Indonesia yang tahun ini tercatat pada rekor dunia ”Guinnes Record Of Book” sebagai negara tercepat
yang rusak hutannya.
Menurut temuan Intergovermental Panel and Climate Change (IPCC). Sebuah lembaga panel internasional yang beranggotakan lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Sebuah lembaga dibawah PBB, tetapi kuasanya melebihi PBB. Menyatakan pada tahun 2005 terjadi peningkatan suhu di dunia 0,6-0,70 sedangkan di Asia lebih tinggi, yaitu 10. selanjutnya adalah ketersediaan air di negeri-negeri tropis berkurang 10-30 persen dan melelehnya Gleser (gunung es) di Himalaya dan Kutub Selatan. Secara general yang juga dirasakan oleh seluruh dunia saat ini adalah makin panjangnya musim panas dan makin pendeknya musim hujan, selain itu makin maraknya badai dan banjir di kota-kota besar (el Nino) di seluruh dunia. Serta meningkatnya cuaca secara ekstrem, yang tentunya sangat dirasakan di negara-negara tropis. Jika ini kita kaitkan dengan wilayah Indonesia tentu sangat terasa, begitu juga dengan kota-kota yang dulunya dikenal sejuk dan dingin makin hari makin panas saja. Contohnya di Jawa Timur
bisa kita rasakan adalah Kota Malang, Kota Batu, Kawasan Prigen Pasuruan di Lereng Gunung Welirang dan sekitarnya, juga kawasan kaki Gunung Semeru. Atau kota-kota lain seperti Bogor Jawa Barat, Ruteng Nusa Tenggara, adalah daerah yang dulunya dikenal dingin tetapi sekarang tidak lagi.
Meningkatnya suhu ini, ternyata telah menimbulkan makin banyaknya wabah penyakit endemik “lama dan baru” yang merata dan terus bermunculan; seperti leptospirosis, demam berdarah, diare, malaria. Padahal penyakit-penyakit seperti malaria, demam berdarah dan diare adalah penyakit lama yang seharusnya sudah lewat dan mampu ditangani dan kini telah mengakibatkan ribuan orang terinfeksi dan meninggal. Selain itu, ratusan desa di pesisir Jatim terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, indikatornya serasa makin dekat saja jika kita tengok naiknya gelombang pasang di minggu ketiga bulan Mei 2007 kemarin. Mulai dari Pantai Kenjeran, Pantai Popoh Tulungagung, Ngeliyep Malang dan pantai lain di pulau-pulau di Indonesia.
Untuk negara-negara lain meningkatnya permukaan air laut bisa dilihat dengan makin tingginya ombak di pantai-pantai Asia dan Afrika. Apalagi hal itu di tambah dengan melelehnya gleser di gunung Himalaya Tibet dan di kutub utara. Di sinyalir oleh IPCC hal ini berkontribusi langsung meningkatkan permukaan air laut setinggi 4-6 meter. Dan jika benar-benar meleleh semuanya maka akan meningkatkan permukaan air laut setinggi 7 meter pada tahun 2012. Dan pada 30 tahun kedepan tentu ini bisa mengancam kehidupan pesisir dan kelangkaan pangan yang luar biasa, akibat berubahnya iklim yang sudah bisa kita rasakan sekarang dengan musim hujan yang makin pendek sementara kemarau semakin panjang. Hingga gagal panen selain soal hama, tetapi akibat kekuarangan air di tanaman para ibu-bapak petani banyak yang gagal.
Lantas dengan situasi sedemikian rupa apa yang dibutuhkan oleh dunia kecil “lokal” dan kita sebagai individu penghuni planet bumi? Yang dibutuhkan adalah REVOLUSI GAYA HIDUP, sebab dengan demikian akan mengurangi penggunaan energi baik listrik, bahan bakar, air yang memang menjadi sumber utama makin berkurangnya sumber kehidupan.
Selain itu perlunya melahirkan konsesus yang membawa komitmen dari semua negara untuk menegakkan keadilan iklim. Seperti yang sudah dilakukan oleh Australia yang mempunyai instrumen keadilan iklim, melalui penegakan keadilan iklim dengan membentuk pengadilan iklim. Dimana sebuah instrumen yang mengacu pada isi Protokol Kyoto yang menekankan kewajiban pada negara-negara Utara untuk membayar dari hasil pembuangan emisi karbon mereka untuk perbaikan mutu lingkungan hidup bagi negara-negara Selatan.
Dalam praktek yang lain saatnya kita mulai menggunakan energi bahan bakar alternatif yang tidak hanya dari bahan energi fosil, misalnya untuk kebutuhan memasak. Menggunakan energi biogas (gas dari kotoran ternak) seperti yang dilakukan komunitas merah putih di Kota Batu. Desentraliasasi energi memang harus dilakukan agar menghantarkan kita pada kedaulatan energi dan melepas ketergantungan pada sentralisasi energi yang pada akhirnya harganya pun makin mahal saja.
Sedangkan untuk para pengambil kebijakan harusnya mengeluarkan policy yang jelas orientasinya untuk mengurangi pemanasan global. Misalnya menetapkan jeda tebang hutan di seluruh Indonesia agar tidak mengalami kepunahan dan wilayah kita makin panas. Menghentikan pertambangan mineral dan batubara seperti di Papua, Kalimantan, Sulawesi, hal ini bisa dilakukan dengan bertahap mulai dari meninjau ulang kontrak karyanya terlebih dahulu. Selanjutnya kebijakan progressive dengan mempraktekkan secara nyata jeda tebang dan kedaulatan energi harus dilakukan jika kita tidak mau menjadi kontributor utama pemanasan global.
Iklim memang mengisi ruang hidup kita baik secara individu maupun sosial, maka tidak mungkin menegakkan keadilan iklim tanpa melibatkan kesadaran dan komitmen semua pihak. Bahwa tidak bisa dibantah, kita hidup dalam ekosistem dunia “perahu” yang sama, sehingga jika ada bagian yang bocor dan tidak seimbang, sebenarya ini merupakan ancaman bagi seluruh isi perahu dan penumpangnya. Maka merevolusi gaya hidup kita untuk tidak makin konsumtif sangat mendasar dilakukan sekarang juga oleh seluruh umat manusia. Sebab dengan begitu kita bisa menempatkan apa yang kita butuhkan bisa ditunda tidak, yang harus kita beli membawa manfaat atau tidak dan apakah yang kita beli bisa digantikan oleh barang yang lain yang ramah lingkungan?
Ini semua adalah cerminan bagi mereka yang berusaha dan sadar sepenuh hati demi keberlanjutan kehidupan sosial (sustainable society) yang berkeadilan secara sosial, budaya, ekologis dan ekonomi. Inilah tindakan nyata untuk meraih kedaulatan energi dan melepaskan ketergantungan terhadap energi fosil yang sekarang telah dikuasai oleh korporasi modal. Sekarang siapapun bisa memilih, mau jadi kontributor pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim dan suhu yang makin panas? Atau mau menjadi bagian dari pelaku ”penyejukan global” dengan mengubah pola konsumsi dan gaya hidup dari sekarang juga? Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Mari bertindak nyata untuk masa depan bersama.
5 Juni 2006 (Hari Lingkungan Hidup Sedunia)
Pada tanggal 5 Juni 2007, negara-negara seluruh dunia umumnya memperingatnya sebagai Hari Lingkungan Hidup. Pemanasan global yang berakibat pada perubahan iklim (climate change) belum menjadi mengedepan dalam kesadaran multipihak. Pemanasan global (global warming) telah menjadi sorotan utama berbagai masyarakat dunia, terutama negara yang mengalami industrialisasi dan pola konsumsi tinggi (gaya hidup konsumtif). Tidak banyak memang yang memahami dan peduli pada isu perubahan iklim. Sebab banyak yang mengatakan, memang dampak lingkungan itu biasanya terjadi secara akumulatif. Pada titik inilah masalah lingkungan sering dianggap tidak penting oleh banyak kalangan, utamanya penerima mandat kekuasaan dalam membuat kebijakan.
Perubahan iklim akibat pemanasan global (global warming), pemicu utamanya adalah meningkatnya emisi karbon, akibat penggunaan energi fosil (bahan bakar minyak, batubara dan sejenisnya, yang tidak dapat diperbarui). Penghasil terbesarnya adalah negeri-negeri industri seperti Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Kanada, Jepang, China, dll. Ini diakibatkan oleh pola konsumsi dan gaya hidup masyarakat negera-negara utara yang 10 kali lipat lebih tinggi dari penduduk negara selatan. Untuk negara-negara berkembang meski tidak besar, ikut juga berkontribusi dengan skenario pembangunan yang mengacu pada pertumbuhan. Memacu industrilisme dan meningkatnya pola konsumsi tentunya, meski tak setinggi negara utara. Industri penghasil karbon terbesar di negeri berkembang seperti Indonesia adalah perusahaan tambang (migas, batubara dan yang terutama berbahan baku fosil). Selain kerusakan hutan Indonesia yang tahun ini tercatat pada rekor dunia ”Guinnes Record Of Book” sebagai negara tercepat
yang rusak hutannya.
Menurut temuan Intergovermental Panel and Climate Change (IPCC). Sebuah lembaga panel internasional yang beranggotakan lebih dari 100 negara di seluruh dunia. Sebuah lembaga dibawah PBB, tetapi kuasanya melebihi PBB. Menyatakan pada tahun 2005 terjadi peningkatan suhu di dunia 0,6-0,70 sedangkan di Asia lebih tinggi, yaitu 10. selanjutnya adalah ketersediaan air di negeri-negeri tropis berkurang 10-30 persen dan melelehnya Gleser (gunung es) di Himalaya dan Kutub Selatan. Secara general yang juga dirasakan oleh seluruh dunia saat ini adalah makin panjangnya musim panas dan makin pendeknya musim hujan, selain itu makin maraknya badai dan banjir di kota-kota besar (el Nino) di seluruh dunia. Serta meningkatnya cuaca secara ekstrem, yang tentunya sangat dirasakan di negara-negara tropis. Jika ini kita kaitkan dengan wilayah Indonesia tentu sangat terasa, begitu juga dengan kota-kota yang dulunya dikenal sejuk dan dingin makin hari makin panas saja. Contohnya di Jawa Timur
bisa kita rasakan adalah Kota Malang, Kota Batu, Kawasan Prigen Pasuruan di Lereng Gunung Welirang dan sekitarnya, juga kawasan kaki Gunung Semeru. Atau kota-kota lain seperti Bogor Jawa Barat, Ruteng Nusa Tenggara, adalah daerah yang dulunya dikenal dingin tetapi sekarang tidak lagi.
Meningkatnya suhu ini, ternyata telah menimbulkan makin banyaknya wabah penyakit endemik “lama dan baru” yang merata dan terus bermunculan; seperti leptospirosis, demam berdarah, diare, malaria. Padahal penyakit-penyakit seperti malaria, demam berdarah dan diare adalah penyakit lama yang seharusnya sudah lewat dan mampu ditangani dan kini telah mengakibatkan ribuan orang terinfeksi dan meninggal. Selain itu, ratusan desa di pesisir Jatim terancam tenggelam akibat naiknya permukaan air laut, indikatornya serasa makin dekat saja jika kita tengok naiknya gelombang pasang di minggu ketiga bulan Mei 2007 kemarin. Mulai dari Pantai Kenjeran, Pantai Popoh Tulungagung, Ngeliyep Malang dan pantai lain di pulau-pulau di Indonesia.
Untuk negara-negara lain meningkatnya permukaan air laut bisa dilihat dengan makin tingginya ombak di pantai-pantai Asia dan Afrika. Apalagi hal itu di tambah dengan melelehnya gleser di gunung Himalaya Tibet dan di kutub utara. Di sinyalir oleh IPCC hal ini berkontribusi langsung meningkatkan permukaan air laut setinggi 4-6 meter. Dan jika benar-benar meleleh semuanya maka akan meningkatkan permukaan air laut setinggi 7 meter pada tahun 2012. Dan pada 30 tahun kedepan tentu ini bisa mengancam kehidupan pesisir dan kelangkaan pangan yang luar biasa, akibat berubahnya iklim yang sudah bisa kita rasakan sekarang dengan musim hujan yang makin pendek sementara kemarau semakin panjang. Hingga gagal panen selain soal hama, tetapi akibat kekuarangan air di tanaman para ibu-bapak petani banyak yang gagal.
Lantas dengan situasi sedemikian rupa apa yang dibutuhkan oleh dunia kecil “lokal” dan kita sebagai individu penghuni planet bumi? Yang dibutuhkan adalah REVOLUSI GAYA HIDUP, sebab dengan demikian akan mengurangi penggunaan energi baik listrik, bahan bakar, air yang memang menjadi sumber utama makin berkurangnya sumber kehidupan.
Selain itu perlunya melahirkan konsesus yang membawa komitmen dari semua negara untuk menegakkan keadilan iklim. Seperti yang sudah dilakukan oleh Australia yang mempunyai instrumen keadilan iklim, melalui penegakan keadilan iklim dengan membentuk pengadilan iklim. Dimana sebuah instrumen yang mengacu pada isi Protokol Kyoto yang menekankan kewajiban pada negara-negara Utara untuk membayar dari hasil pembuangan emisi karbon mereka untuk perbaikan mutu lingkungan hidup bagi negara-negara Selatan.
Dalam praktek yang lain saatnya kita mulai menggunakan energi bahan bakar alternatif yang tidak hanya dari bahan energi fosil, misalnya untuk kebutuhan memasak. Menggunakan energi biogas (gas dari kotoran ternak) seperti yang dilakukan komunitas merah putih di Kota Batu. Desentraliasasi energi memang harus dilakukan agar menghantarkan kita pada kedaulatan energi dan melepas ketergantungan pada sentralisasi energi yang pada akhirnya harganya pun makin mahal saja.
Sedangkan untuk para pengambil kebijakan harusnya mengeluarkan policy yang jelas orientasinya untuk mengurangi pemanasan global. Misalnya menetapkan jeda tebang hutan di seluruh Indonesia agar tidak mengalami kepunahan dan wilayah kita makin panas. Menghentikan pertambangan mineral dan batubara seperti di Papua, Kalimantan, Sulawesi, hal ini bisa dilakukan dengan bertahap mulai dari meninjau ulang kontrak karyanya terlebih dahulu. Selanjutnya kebijakan progressive dengan mempraktekkan secara nyata jeda tebang dan kedaulatan energi harus dilakukan jika kita tidak mau menjadi kontributor utama pemanasan global.
Iklim memang mengisi ruang hidup kita baik secara individu maupun sosial, maka tidak mungkin menegakkan keadilan iklim tanpa melibatkan kesadaran dan komitmen semua pihak. Bahwa tidak bisa dibantah, kita hidup dalam ekosistem dunia “perahu” yang sama, sehingga jika ada bagian yang bocor dan tidak seimbang, sebenarya ini merupakan ancaman bagi seluruh isi perahu dan penumpangnya. Maka merevolusi gaya hidup kita untuk tidak makin konsumtif sangat mendasar dilakukan sekarang juga oleh seluruh umat manusia. Sebab dengan begitu kita bisa menempatkan apa yang kita butuhkan bisa ditunda tidak, yang harus kita beli membawa manfaat atau tidak dan apakah yang kita beli bisa digantikan oleh barang yang lain yang ramah lingkungan?
Ini semua adalah cerminan bagi mereka yang berusaha dan sadar sepenuh hati demi keberlanjutan kehidupan sosial (sustainable society) yang berkeadilan secara sosial, budaya, ekologis dan ekonomi. Inilah tindakan nyata untuk meraih kedaulatan energi dan melepaskan ketergantungan terhadap energi fosil yang sekarang telah dikuasai oleh korporasi modal. Sekarang siapapun bisa memilih, mau jadi kontributor pemanasan global yang berdampak pada perubahan iklim dan suhu yang makin panas? Atau mau menjadi bagian dari pelaku ”penyejukan global” dengan mengubah pola konsumsi dan gaya hidup dari sekarang juga? Selamat Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Mari bertindak nyata untuk masa depan bersama.
Perubahan Iklim Indonesia, Efek Dari Pemanasan Global
Sabtu, 30 Juni 2007 18:23
Sumber http://www.kapanlagi.com/
Kapanlagi.com - Indonesia mulai merasakan dampak pemanasan global (global warming), yang dibuktikan dari berbagai perubahan iklim maupun bencana alam yang terjadi.
"Sudah banyak ditemukan dampak pemanasan global di Indonesia," kata koordinator kampanye bidang iklim dan energi World Wild Fund (WWF) Indonesia, Verena Puspawardhani, di Banda Aceh, Sabtu (30/6).
Dampak pemanasan global itu diantaranya, terjadinya perubahan musim di mana musim kemarau menjadi lebih panjang sehingga menyebabkan gagal panen, krisis air bersih dan kebakaran hutan.
Dampak lainnya yaitu hilangnya berbagai jenis flaura dan fauna khususnya di Indonesia yang memiliki aneka ragam jenis seperti pemutihan karang seluas 30% atau sebanyak 90-95% karang mati di Kepulauan Seribu akibat naiknya suhu air laut.
"Pemanasan global juga memicu meningkatnya kasus penyakit tropis seperti malaria dan demam berdarah. setiap tahunnya di Indonesia semakin banyak pasien penderita penyakit ini," katanya.
Selain itu, penelitian dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyebutkan, Februari 2007 merupakan periode dengan intensitas curah hujan tertinggi selama 30 tahun terakhir di Indonesia. Hal ini menandakan perubahan iklim yang disebabkan pemanasan global.
Indonesia yang terletak di equator merupakan negara yang pertama sekali akan merasakan dampak perubahan iklim. Dampak tersebut telah dirasakan yaitu pada 1998 menjadi tahun dengan suhu udara terpanas dan semakin meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Diperkirakan pada 2070 sekitar 800 ribu rumah yang berada di pesisir harus dipindahkan dan sebanyak 2.000 dari 18 ribu pulau di Indonesia akan tenggelam akibat naiknya air laut.
Perubahan iklim yang disebabkan pemanasan global telah menjadi isu besar di dunia. Mencairnya es kutub utara dan kutub selatan yang akan menyebabkan kepunahan habitat di sana merupakan bukti dari pemanasan global.
Pemanasan global disebabkan kegiatan manusia yang mengasilkan emisi gas rumah kaca dari industri, kendaraan bermotor, pembangkit listrik bahkan menggunaan listrik berlebihan.
"Karena itu yang harus dilakukan untuk mengatasi ancaman pemanasan globala adalah melakukan penghematan energi listrik, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menghentikan penebangan dan pembakaran hutan," katanya.
Ditambahkannya, pemerintah harus didesak untuk menggunakan energi terbarukan seperti matahari, air dan angin yang lebih ramah lingkungan. (*/bun)
Sumber http://www.kapanlagi.com/
Kapanlagi.com - Indonesia mulai merasakan dampak pemanasan global (global warming), yang dibuktikan dari berbagai perubahan iklim maupun bencana alam yang terjadi.
"Sudah banyak ditemukan dampak pemanasan global di Indonesia," kata koordinator kampanye bidang iklim dan energi World Wild Fund (WWF) Indonesia, Verena Puspawardhani, di Banda Aceh, Sabtu (30/6).
Dampak pemanasan global itu diantaranya, terjadinya perubahan musim di mana musim kemarau menjadi lebih panjang sehingga menyebabkan gagal panen, krisis air bersih dan kebakaran hutan.
Dampak lainnya yaitu hilangnya berbagai jenis flaura dan fauna khususnya di Indonesia yang memiliki aneka ragam jenis seperti pemutihan karang seluas 30% atau sebanyak 90-95% karang mati di Kepulauan Seribu akibat naiknya suhu air laut.
"Pemanasan global juga memicu meningkatnya kasus penyakit tropis seperti malaria dan demam berdarah. setiap tahunnya di Indonesia semakin banyak pasien penderita penyakit ini," katanya.
Selain itu, penelitian dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) menyebutkan, Februari 2007 merupakan periode dengan intensitas curah hujan tertinggi selama 30 tahun terakhir di Indonesia. Hal ini menandakan perubahan iklim yang disebabkan pemanasan global.
Indonesia yang terletak di equator merupakan negara yang pertama sekali akan merasakan dampak perubahan iklim. Dampak tersebut telah dirasakan yaitu pada 1998 menjadi tahun dengan suhu udara terpanas dan semakin meningkat pada tahun-tahun berikutnya.
Diperkirakan pada 2070 sekitar 800 ribu rumah yang berada di pesisir harus dipindahkan dan sebanyak 2.000 dari 18 ribu pulau di Indonesia akan tenggelam akibat naiknya air laut.
Perubahan iklim yang disebabkan pemanasan global telah menjadi isu besar di dunia. Mencairnya es kutub utara dan kutub selatan yang akan menyebabkan kepunahan habitat di sana merupakan bukti dari pemanasan global.
Pemanasan global disebabkan kegiatan manusia yang mengasilkan emisi gas rumah kaca dari industri, kendaraan bermotor, pembangkit listrik bahkan menggunaan listrik berlebihan.
"Karena itu yang harus dilakukan untuk mengatasi ancaman pemanasan globala adalah melakukan penghematan energi listrik, mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menghentikan penebangan dan pembakaran hutan," katanya.
Ditambahkannya, pemerintah harus didesak untuk menggunakan energi terbarukan seperti matahari, air dan angin yang lebih ramah lingkungan. (*/bun)
Kamis, Januari 01, 2009
Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3 (2)
Wah senang-nya saya tau ketika kompas ngadain Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3. Soalnya udah beberapa bulan ini saya belajar membuat template blog. Diawali dengan membuat classic template hingga akhirnya membuat xml template, dan saya juga sudah membuat blog penyedia template gratisan di: freexmltemplate.blogspot.com, walaupun belum sempurna, tapi lumayan sebagai pemula (bukan bermaksud untuk promosi). Template blog saya sendiri menggunakan classic template.
Kompetisi Anak Muda yang diadakan kompas ini disponsori oleh IM3. Saya sangat bangga dengan IM3, yang sudah berada di garda depan dalam mengkampanyekan stop "Global Warming". Sukses buat IM3.
Sedikit bercerita, tema Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3 adalah "Jadilah Sahabat Bumi". Tema yang bagus untuk saat ini, soalnya sekarang kita ngeliat banyak orang yang ga lagi peduli dengan kondisi bumi saat ini, dari mulai hal-hal kecil seperti buang sampah sembarangan, sampai hal-hal yang besar seperti industri yang membuang limbah sembarangan.
Belum lagi penggunaan listrik yang berlebihan oleh beberapa orang yang ga peduli akibatnya. Saya ingin menceritakan pengalaman saya di kos (maklum saya ini masih kuliah). Ada beberapa teman yang menggunakan komputer mereka secara berlebihan, mulai dari pagi dengarin musik, trus siang main game sampe malem, dilanjutkan dengan lagu tidur sampe pagi. 24 Jam komper nyala terus. Klo ditegur buat hemat listrik, eh malah jawabnya, "kan kita udah bayar listrik ke ibu kos, Rp. 20.000,-/bulan, kita pake apa ga, sama aja bayarnya segitu.
Saya katakan, bukan masalahnya kita udah bayar apa belum, tapi setidaknya kita bisa hemat energi sebagai bukti bahwa kita peduli terhadap bumi ini. Klo semua orang berpikiran seperti teman saya tadi, saya tidak bisa membayangkan penggunaan listrik di indonesia ini.
Itu baru masalah listrik, belum lagi masalah asap kendaraan. Beberapa teman entah gengsi atau apa buat nebeng motor sama teman satu kos-nya, padahal satu tempat kuliahan. Saya sekarang kulian di Kota Gudeg, Jogjakarta, saya melihat pengguna sepeda motor tiap tahunnya meningkat, padahal pemerintah sudah menyediakan Trans Jogja untuk transportasi.
Ah, udah, curhatnya sampe di sini dulu, Kita kembali ke informasi Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3.
Ada satu tantangan buat teman-teman, selain bentuk desain dan kualitas tulisan yang bagus, yaitu: Blog kita harus ter-index oleh Google dengan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3.
Sudah dua bulan ini dari semenjak kompetisi ini dikumandangkan, kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3, lagi rame dipake dibeberapa blog, maklum ini adalah kata kunci kebruntungan, siapa yang naruh kata kunci ini di blognya dan berhasil muncul di nomor pertama google, bakal dapat hadiah dari mudaers.com.
Maklum, panitia kompetisi memberikan bocoran penilaian sebagai berikut:
Cara yang akan digunakan adalah dengan mengetikkan kata kunci : Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3. Nah,. di Google nanti akan muncul web-web peserta lomba. Karena itu, kata kunci ”Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3” ini harus ada di halaman web kamu.
Peringkat yang bagus akan ikut menentukan nilai web kamu. Salah satu pesan yang ingin disampaikan MuDA adalah: kamu boleh saja buat tulisan bagus dan desain yang hebat, tapi kalau tak terindeks oleh Google atau tak punya popularitas di mesin pencari, ya percuma saja kawan.
Satu lagi, bocoran penilain:
Hehehe.. Termasuk blog saya juga pake kata kunci ini, persaingannya sangat ketat, beberapa blog udah nangkring di nomor satu. Klo teman-teman mau ikut kompetisi website kompas muda im3 silahkan kunjungi situs mereka di http://mudaers.com/, siapa tau kalian yang dapat juara. Batasnya ampe tanggal 20 Januari 2009. Hadiahnya lumayan, bisa buat traktir bakso teman-teman kalian..
Namun, entah gimana caranya panitia menilai bila template sebuah blog diambil dari website penyedia template gratisan. Kasian tuh teman-teman yang punya desain sendiri malah kalah sama yang pake template orang lain. Trus untuk isi tulisan blog, ada beberapa tulisan di blog hasil copy-paste dari blog lain.
Tapi panitia katanya punya cara sendiri:
O ia, setiap kompetisi kan pasti ada hadiahnya, hadiah sebagai berikut:
Bila informasi di blog ini masih kurang, teman-teman bisa mengunjungi website mudaers.com sebagai penyelenggara Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3 ini. Soalnya selain kompetisi website ada kompetisi-kompetisi lain yang teman-teman bisa ikuti, lumanya selain bakat kamu tersalurkan, kamu juga bisa dapat hadiah bila menang. Pribahasanya: Sambil menyelam minum air.
Tulisan ini pernah saya tulis juga di menjaga-bumi.blogspot.com
Kompetisi Anak Muda yang diadakan kompas ini disponsori oleh IM3. Saya sangat bangga dengan IM3, yang sudah berada di garda depan dalam mengkampanyekan stop "Global Warming". Sukses buat IM3.
Sedikit bercerita, tema Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3 adalah "Jadilah Sahabat Bumi". Tema yang bagus untuk saat ini, soalnya sekarang kita ngeliat banyak orang yang ga lagi peduli dengan kondisi bumi saat ini, dari mulai hal-hal kecil seperti buang sampah sembarangan, sampai hal-hal yang besar seperti industri yang membuang limbah sembarangan.
Belum lagi penggunaan listrik yang berlebihan oleh beberapa orang yang ga peduli akibatnya. Saya ingin menceritakan pengalaman saya di kos (maklum saya ini masih kuliah). Ada beberapa teman yang menggunakan komputer mereka secara berlebihan, mulai dari pagi dengarin musik, trus siang main game sampe malem, dilanjutkan dengan lagu tidur sampe pagi. 24 Jam komper nyala terus. Klo ditegur buat hemat listrik, eh malah jawabnya, "kan kita udah bayar listrik ke ibu kos, Rp. 20.000,-/bulan, kita pake apa ga, sama aja bayarnya segitu.
Saya katakan, bukan masalahnya kita udah bayar apa belum, tapi setidaknya kita bisa hemat energi sebagai bukti bahwa kita peduli terhadap bumi ini. Klo semua orang berpikiran seperti teman saya tadi, saya tidak bisa membayangkan penggunaan listrik di indonesia ini.
Itu baru masalah listrik, belum lagi masalah asap kendaraan. Beberapa teman entah gengsi atau apa buat nebeng motor sama teman satu kos-nya, padahal satu tempat kuliahan. Saya sekarang kulian di Kota Gudeg, Jogjakarta, saya melihat pengguna sepeda motor tiap tahunnya meningkat, padahal pemerintah sudah menyediakan Trans Jogja untuk transportasi.
Ah, udah, curhatnya sampe di sini dulu, Kita kembali ke informasi Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3.
Ada satu tantangan buat teman-teman, selain bentuk desain dan kualitas tulisan yang bagus, yaitu: Blog kita harus ter-index oleh Google dengan kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3.
Sudah dua bulan ini dari semenjak kompetisi ini dikumandangkan, kata kunci: Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3, lagi rame dipake dibeberapa blog, maklum ini adalah kata kunci kebruntungan, siapa yang naruh kata kunci ini di blognya dan berhasil muncul di nomor pertama google, bakal dapat hadiah dari mudaers.com.
Maklum, panitia kompetisi memberikan bocoran penilaian sebagai berikut:
Penjurian akan dilakukan dari Kompas MuDA dan Kompas.com. MuDA mau kasih bocoran penilaian dari juri nih. Salah satu metode yang digunakan untuk menilai web kamu adalah popularitas web di mesin pencari Google.
Cara yang akan digunakan adalah dengan mengetikkan kata kunci : Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3. Nah,. di Google nanti akan muncul web-web peserta lomba. Karena itu, kata kunci ”Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3” ini harus ada di halaman web kamu.
Peringkat yang bagus akan ikut menentukan nilai web kamu. Salah satu pesan yang ingin disampaikan MuDA adalah: kamu boleh saja buat tulisan bagus dan desain yang hebat, tapi kalau tak terindeks oleh Google atau tak punya popularitas di mesin pencari, ya percuma saja kawan.
Satu lagi, bocoran penilain:
Kompetisi ini menggabungkan antara kualitas tulisan dan kualitas desain (50% : 50%). Jadi yang tidak jago desain tetap punya peluang. Sebaliknya yang tidak jago nulis tapi hobi nge-blog dan jago desain, bisa punya peluang menang.
Web yang dilombakan minimal harus ada satu halaman yang berisi tulisan dengan tema "Jadilah Sahabat Bumi". Boleh menulis apa pun mulai hal-hal kecil terkait lingkungan kamu yang bisa menggugah minat orang untuk membaca.
Hehehe.. Termasuk blog saya juga pake kata kunci ini, persaingannya sangat ketat, beberapa blog udah nangkring di nomor satu. Klo teman-teman mau ikut kompetisi website kompas muda im3 silahkan kunjungi situs mereka di http://mudaers.com/, siapa tau kalian yang dapat juara. Batasnya ampe tanggal 20 Januari 2009. Hadiahnya lumayan, bisa buat traktir bakso teman-teman kalian..
Namun, entah gimana caranya panitia menilai bila template sebuah blog diambil dari website penyedia template gratisan. Kasian tuh teman-teman yang punya desain sendiri malah kalah sama yang pake template orang lain. Trus untuk isi tulisan blog, ada beberapa tulisan di blog hasil copy-paste dari blog lain.
Tapi panitia katanya punya cara sendiri:
Catatan khusus: untuk lomba desain web/blog ini, mengingat banyaknya kasus web/blog yang menggunakan tampilan sama (template sama), maka jika juri kesulitan menentukan pemenang I, II, III, Juri HANYA akan mencari lima besar website dengan nilai hadiah merata yaitu masing-masing Rp 1.000.000.
O ia, setiap kompetisi kan pasti ada hadiahnya, hadiah sebagai berikut:
Pemenang I : Uang Tunai Rp 3.000.000 Plus Hadiah Menarik Lainnya
Pemanang II: Uang Tunai Rp 2.000.000 Plus Hadiah Menarik Lainnya
Pemenang III: Uang Tunai Rp 1.000.000 Plus Hadiah Menarik Lainnya
Bila informasi di blog ini masih kurang, teman-teman bisa mengunjungi website mudaers.com sebagai penyelenggara Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3 ini. Soalnya selain kompetisi website ada kompetisi-kompetisi lain yang teman-teman bisa ikuti, lumanya selain bakat kamu tersalurkan, kamu juga bisa dapat hadiah bila menang. Pribahasanya: Sambil menyelam minum air.
Tulisan ini pernah saya tulis juga di menjaga-bumi.blogspot.com
Hadiah Kompetisi website kompas muda-im3
Jumat, 12 Desember 2008 20:13
Sumber: http://mudaers.com/.
Pemenang I : Uang Tunai Rp 3.000.000 Plus Hadiah Menarik Lainnya
Pemanang II: Uang Tunai Rp 2.000.000 Plus Hadiah Menarik Lainnya
Pemenang III: Uang Tunai Rp 1.000.000 Plus Hadiah Menarik Lainnya
Catatan khusus: untuk lomba desain web/blog ini, mengingat banyaknya kasus web/blog yang menggunakan tampilan sama (template sama), maka jika juri kesulitan menentukan pemenang I, II, III, Juri HANYA akan mencari lima besar website dengan nilai hadiah merata yaitu masing-masing Rp 1.000.000.
Info lebih lanjut ada di www.mudaers.com.
Sumber: http://mudaers.com/.
Pemenang I : Uang Tunai Rp 3.000.000 Plus Hadiah Menarik Lainnya
Pemanang II: Uang Tunai Rp 2.000.000 Plus Hadiah Menarik Lainnya
Pemenang III: Uang Tunai Rp 1.000.000 Plus Hadiah Menarik Lainnya
Catatan khusus: untuk lomba desain web/blog ini, mengingat banyaknya kasus web/blog yang menggunakan tampilan sama (template sama), maka jika juri kesulitan menentukan pemenang I, II, III, Juri HANYA akan mencari lima besar website dengan nilai hadiah merata yaitu masing-masing Rp 1.000.000.
Info lebih lanjut ada di www.mudaers.com.
Resume Ketentuan Kompetisi website kompas muda-im3
Jumat, 12 Desember 2008 20:13
Sumber: http://mudaers.com/.
Sumber: http://mudaers.com/.
- Web pribadi/institusi sekolah SLTA/komunitas usia 15 - 22 tahun. Tak dibatasi jumlah web yang dikirim, satu kupon lomba bisa untuk banyak alamat web.
- Wajib membuat tulisan bebas dengan tema ”Jadilah Sahabat Bumi”. Tak dibatasi panjang tulisan.
- Wajib mencantumkan teks “Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3” dan ”www.mudaers.com”
- Wajib mengirim alamat web di Direktori Mudaers yang ada di www.mudaers.com/submit-web.
- Deadline pengiriman 20 Januari 2009
- Wajib mengirim formulir pendaftaran (bisa diunduh di www.mudaers.com/download-form) yang ditempeli kupon lomba ke:
Marketing Communication Kompas
Gd Kompas Gramedia Lt2
Jl Palmerah Selatan 26-28
Jakarta 10270
Bocoran penilaian Kompetisi website kompas muda-im3
Jumat, 12 Desember 2008 20:13
Sumber: http://mudaers.com/.
Penjurian akan dilakukan dari Kompas MuDA dan Kompas.com. MuDA mau kasih bocoran penilaian dari juri nih. Salah satu metode yang digunakan untuk menilai web kamu adalah popularitas web di mesin pencari Google.
Cara yang akan digunakan adalah dengan mengetikkan kata kunci : Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3. Nah,. di Google nanti akan muncul web-web peserta lomba. Karena itu, kata kunci ”Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3” ini harus ada di halaman web kamu.
Peringkat yang bagus akan ikut menentukan nilai web kamu. Salah satu pesan yang ingin disampaikan MuDA adalah: kamu boleh saja buat tulisan bagus dan desain yang hebat, tapi kalau tak terindeks oleh Google atau tak punya popularitas di mesin pencari, ya percuma saja kawan.
Sumber: http://mudaers.com/.
Penjurian akan dilakukan dari Kompas MuDA dan Kompas.com. MuDA mau kasih bocoran penilaian dari juri nih. Salah satu metode yang digunakan untuk menilai web kamu adalah popularitas web di mesin pencari Google.
Cara yang akan digunakan adalah dengan mengetikkan kata kunci : Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3. Nah,. di Google nanti akan muncul web-web peserta lomba. Karena itu, kata kunci ”Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3” ini harus ada di halaman web kamu.
Peringkat yang bagus akan ikut menentukan nilai web kamu. Salah satu pesan yang ingin disampaikan MuDA adalah: kamu boleh saja buat tulisan bagus dan desain yang hebat, tapi kalau tak terindeks oleh Google atau tak punya popularitas di mesin pencari, ya percuma saja kawan.
Menyertakan kalimat “Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3”
Jumat, 12 Desember 2008 20:13
Sumber: http://mudaers.com/.
Untuk memudahkan, MuDA akan menyebut semua jenis halaman web di atas dengan sebutan web saja. Tapi, kali ini MuDA tidak membahas tata cara pembuatannya. Hanya mau kasih info, jangan simpan hasil curhat atau tulisan kamu di dunia maya tanpa diketahui orang banyak.
Kamu bisa mempromosikan alamat web pribadi kamu atau web sekolahan kamu atau web komunitas kamu di www.mudaers.com. Sekalian kamu bisa ikut kompetisi penulisan dan desain web lho.
Web yang boleh dilombakan adalah milik pribadi (masih sekolah di SLTA hingga kuliah, dengan umur 15-22 tahun). Juga web milik institusi sekolah tingkat SLTA. Web untuk komunitas anak muda, seperti komunitas penggemar komik, skateboard, bisa juga ikut di ajang ini.
Kamu bisa ikut kompetisi ini atas nama pribadi atau atas nama tim. MuDA tak peduli apakah kamu pakai web gratisan atau web berbayar. Bisa menggunakan top level domain sendiri (misal www.madingku.com) atau subdomain (misal madingku.blogspot.com) baik yang berbayar maupun gratis. Atau dapat memanfaatkan web pertemanan yang ada seperti blogger.com, multiply.com, blog di friendster, Hi5, dan masih banyak lagi.
Kompetisi ini menggabungkan antara kualitas tulisan dan kualitas desain (50% : 50%). Jadi yang tidak jago desain tetap punya peluang. Sebaliknya yang tidak jago nulis tapi hobi nge-blog dan jago desain, bisa punya peluang menang.
Web yang dilombakan minimal harus ada satu halaman yang berisi tulisan dengan tema "Jadilah Sahabat Bumi". Boleh menulis apa pun mulai hal-hal kecil terkait lingkungan kamu yang bisa menggugah minat orang untuk membaca.
Tentu saja, karena acara ini ditujukan buat anak-anak muda, tulisan boleh santai, boleh menggunakan bahasa gaul, dan tak dibatasi panjang tulisan. Kalian yang sudah punya gaya bahasa blogger, pakai saja gaya khas kamu buat nunjukin kalau kamu peduli dan siap jadi sahabat Bumi!
Ketentuan yang tak boleh kamu lupakan: di halaman web harus menyertakan kalimat “Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3” dan ”www.mudaers.com” (semua tanpa tanda kutip). Lokasi dua kalimat itu bebas saja.
Untuk teks "www.mudaers.com", MuDA akan apresiatif jika tulisan itu bisa diklik mengarah alamat web Mudaers. Tapi memang tidak wajib kok.
Setelah membuat artikel dan mencantumkan dua teks di atas, kamu harus mengirimkan alamat web atau submit di Direktori Mudaers.com. Caranya: kunjung www.mudaers.com/submit-web, kemudian klik Add Entry. Kamu harus terdaftar di Mudaers.com sebelum menggunakan fasilitas ini. Jika kamu kesulitan, langsung saja kirim alamat web kamu ke email lomba@mudaers.com
MuDA juga mewajibkan mengisi dan mengirim formulir pendaftaran yang bisa diunduh dari www.mudaers.com/download-form. Formulir harus disertai kupon ”Muda Creativity Kompas - IM3” yang bisa digunting dari Kompas MuDA cetak tiap hari Jumat. Formulir kamu harus sudah diterima panitia paling lambat 20 Januari 2009.
Sumber: http://mudaers.com/.
Untuk memudahkan, MuDA akan menyebut semua jenis halaman web di atas dengan sebutan web saja. Tapi, kali ini MuDA tidak membahas tata cara pembuatannya. Hanya mau kasih info, jangan simpan hasil curhat atau tulisan kamu di dunia maya tanpa diketahui orang banyak.
Kamu bisa mempromosikan alamat web pribadi kamu atau web sekolahan kamu atau web komunitas kamu di www.mudaers.com. Sekalian kamu bisa ikut kompetisi penulisan dan desain web lho.
Web yang boleh dilombakan adalah milik pribadi (masih sekolah di SLTA hingga kuliah, dengan umur 15-22 tahun). Juga web milik institusi sekolah tingkat SLTA. Web untuk komunitas anak muda, seperti komunitas penggemar komik, skateboard, bisa juga ikut di ajang ini.
Kamu bisa ikut kompetisi ini atas nama pribadi atau atas nama tim. MuDA tak peduli apakah kamu pakai web gratisan atau web berbayar. Bisa menggunakan top level domain sendiri (misal www.madingku.com) atau subdomain (misal madingku.blogspot.com) baik yang berbayar maupun gratis. Atau dapat memanfaatkan web pertemanan yang ada seperti blogger.com, multiply.com, blog di friendster, Hi5, dan masih banyak lagi.
Kompetisi ini menggabungkan antara kualitas tulisan dan kualitas desain (50% : 50%). Jadi yang tidak jago desain tetap punya peluang. Sebaliknya yang tidak jago nulis tapi hobi nge-blog dan jago desain, bisa punya peluang menang.
Web yang dilombakan minimal harus ada satu halaman yang berisi tulisan dengan tema "Jadilah Sahabat Bumi". Boleh menulis apa pun mulai hal-hal kecil terkait lingkungan kamu yang bisa menggugah minat orang untuk membaca.
Tentu saja, karena acara ini ditujukan buat anak-anak muda, tulisan boleh santai, boleh menggunakan bahasa gaul, dan tak dibatasi panjang tulisan. Kalian yang sudah punya gaya bahasa blogger, pakai saja gaya khas kamu buat nunjukin kalau kamu peduli dan siap jadi sahabat Bumi!
Ketentuan yang tak boleh kamu lupakan: di halaman web harus menyertakan kalimat “Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3” dan ”www.mudaers.com” (semua tanpa tanda kutip). Lokasi dua kalimat itu bebas saja.
Untuk teks "www.mudaers.com", MuDA akan apresiatif jika tulisan itu bisa diklik mengarah alamat web Mudaers. Tapi memang tidak wajib kok.
Setelah membuat artikel dan mencantumkan dua teks di atas, kamu harus mengirimkan alamat web atau submit di Direktori Mudaers.com. Caranya: kunjung www.mudaers.com/submit-web, kemudian klik Add Entry. Kamu harus terdaftar di Mudaers.com sebelum menggunakan fasilitas ini. Jika kamu kesulitan, langsung saja kirim alamat web kamu ke email lomba@mudaers.com
MuDA juga mewajibkan mengisi dan mengirim formulir pendaftaran yang bisa diunduh dari www.mudaers.com/download-form. Formulir harus disertai kupon ”Muda Creativity Kompas - IM3” yang bisa digunting dari Kompas MuDA cetak tiap hari Jumat. Formulir kamu harus sudah diterima panitia paling lambat 20 Januari 2009.
Kompetisi Website Kompas MuDA - IM3
Jumat, 12 Desember 2008 20:13
Sumber: http://mudaers.com/.
Buat kamu yang sudah malang melintang di dunia internet, terasa tidak valid kalau tidak punya website atau blog pribadi. Sekolah kamu, atau mading kamu, juga sudah punya website kan? Banyak cara membuat blog atau website atau bahkan portal web secara mudah dan gratis. Blog itu kependekan dari web log, catatan di web sederhana yang dengan cepat bisa ditampilkan di internet.
Blog sekarang berasosiasi dengan salah satu jenis software untuk membuat halaman web secara instan. Salah satu software ternama adalah Wordpress. Kamu bisa punya blog gratis diantaranya dari Blogger.com dan Wordpress.com. Sedangkan kata website sebenarnya istilah umum untuk menyebut halaman web yang bisa diakses dari internet. Cuma, kata ”website” kini berasosiasi dengan halaman web statik, tidak dinamis. Website ini usianya paling kuno. Untuk contoh ”website” gratisan bisa didapat dari Geocities.com.
Teknologi web terkini, biasa disebut portal web yang perangkat lunaknya didominasi content management system (CMS), atau istilah mudahnya software instan untuk membuat web interaktif. Portal web lebih berasosiasi pada web yang lebih profesional. Biasanya, portal web menggunakan nama domain atau alamat web sendiri, bukan gratisan.
Sumber: http://mudaers.com/.
Buat kamu yang sudah malang melintang di dunia internet, terasa tidak valid kalau tidak punya website atau blog pribadi. Sekolah kamu, atau mading kamu, juga sudah punya website kan? Banyak cara membuat blog atau website atau bahkan portal web secara mudah dan gratis. Blog itu kependekan dari web log, catatan di web sederhana yang dengan cepat bisa ditampilkan di internet.
Blog sekarang berasosiasi dengan salah satu jenis software untuk membuat halaman web secara instan. Salah satu software ternama adalah Wordpress. Kamu bisa punya blog gratis diantaranya dari Blogger.com dan Wordpress.com. Sedangkan kata website sebenarnya istilah umum untuk menyebut halaman web yang bisa diakses dari internet. Cuma, kata ”website” kini berasosiasi dengan halaman web statik, tidak dinamis. Website ini usianya paling kuno. Untuk contoh ”website” gratisan bisa didapat dari Geocities.com.
Teknologi web terkini, biasa disebut portal web yang perangkat lunaknya didominasi content management system (CMS), atau istilah mudahnya software instan untuk membuat web interaktif. Portal web lebih berasosiasi pada web yang lebih profesional. Biasanya, portal web menggunakan nama domain atau alamat web sendiri, bukan gratisan.
Langganan:
Postingan (Atom)

